Minggu, 15 Januari 2017

Senjata SMR Bren

Palembang, 15 Januari 2017
Repost : https://id.wikipedia.org/wiki/SMR_Bren



Senapan Bren atau biasa disebut Bren, adalah seri Senapan Mesin Ringan (SMR) yang diadopsi oleh Britania pada tahun 1930-an dan digunakan dalam berbagai misi pasukan sampai tahun 1991. Senapan ini terkenal karena perannya sebagai kekuatan Senapan Mesin Ringan utama yang digunakan infanteri Britania Raya dan Persemakmuran Inggris dalam Perang Dunia II, dan juga digunakan dalam Perang Korea dan digunakan dalam misi tempur yang terjadi dalam seluruh paruh kedua abad ke-20, termasuk pada Perang Falkland tahun 1982 dan Perang Teluk 1991. Meskipun dilengkapi dengan standar bipod, senapan ini juga bisa dipasang pada standar tripod atau standar atas kendaraan.
Bren adalah versi modifikasi dari Senapan Mesin Ringan ZB vz. 26 yang dirancang di Cekoslowakia, yang telah diuji oleh tentara Angkatan Darat Inggris selama kompetisi senjata api pada tahun 1930-an. Bren tahap selanjutnya kemudian menggunakan magazen peluru box (kotak) melengkung yang khas, pelindung pijar kerucut dan laras rubah-cepat. Nama Bren berasal dari Brno, kota di Cekoslowakia dimana Zb vz. 26 awal dirancang, dan Enfield, sebuah daerah di Inggris tempat berdirinya pabrik senjata Royal Small Arms Factory.
Pada 1950-an, Bren di-desain ulang untuk dapat menggunakan peluru 7,62x51mm NATO. Posisinya sebagai SMR utama di Angkatan Darat Inggris digantikan sebagian oleh SMSG (Senapan Mesin Serba Guna) L7, senjata pengguna sabuk-peluru yang lebih berat. Senjata ini pada tahun 1980-an diganti dengan SMSG L86 yang menembakkan peluru 5.56x45mm NATO, yang menyebabkan Bren hanya digunakan hanya sebagai senjata pada standar beberapa kendaraan.


Sejarah penggunaan

Paska Perang Dunia II

Paska Perang Dunia II SMR Bren digunakan oleh Angkatan Darat Britania, dan tentara berbagai negara Persemakmuran Inggris, dalam Konfrontasi Indonesia-Malaysia, Perang Korea, Kedaruratan Malaya, dan Pemberontakan Mau Mau, di mana senjata ini lebih disukai ketimbang Senapan Mesin Serba Guna karena beratnya lebih ringan. Selama Perang Falkland pada tahun 1982, formasi Komando 40 Marinir Britania Raya membawa sebuah SMR dan sebuah SMSG per bagian pasukannya.
Ketika tentara Inggris mengadopsi peluru 7,62 mm NATO, Bren dirancang ulang untuk kaliber 7,62 mm, dilengkapi dengan laras senjata dan magazen baru. Bren tipe ini digunakan kembali sebagai SMR L4 (dalam berbagai varian) dan tetap dalam penggunaan Tentara Inggris sampai tahun 1990-an. Pelindung pijar kerucut digantikan oleh jenis celah mirip dengan senapan L1 kontemporer dan SMSG L7. Perubahan dari peluru berpelek ke peluru tanpa pelek dan magazen yang hampir-lurus meningkatkan daya kapasitas isi-ulang, dan mengizinkan penggunaan magazen 20-peluru dari senapan isi ulang otomatis 7,62 mm L1A1. Magazen 30-peluru dari L4 dapat juga dipasang pada senapan L1A1, tapi pegas magazen ini tidak selalu cukup kuat untuk memberikan tekanan ke atas yang cukup untuk mengisi peluru dengan benar.
Penggunaan peluru 5,56 mm NATO menyebabkan Bren/L4 dihapus dari daftar senjata yang disetujui dan kemudian ditarik dari penggunaan. Fakta bahwa SMR Bren tetap digunakan selama bertahun-tahun dalam begitu banyak negara yang berbeda di banyak perang membuktikan banyak tentang kualitas dari desain dasar Bren.
Bren Tahap III masih digunakan secara terbatas dalam Pasukan Cadangan Angkatan Pertahanan Irlandia, meskipun dalam kebanyakan unit telah digantikan oleh FN MAG (SMSG) 7,62 mm. Senjata itu populer di kalangan prajurit yang bertugas menggunakannya (dikenal sebagai Brenners) karena ringan dan tahan lama, dan memiliki reputasi untuk akurasi. Penggunaan yang paling menonjol dari Bren oleh pasukan Irlandia adalah di Kongo selama tahun 1960-an, ketika Bren adalah bagian standar dari senjata otomatis tentara reguler mereka.

Dalam perang di Indonesia

Dalam Perang Kemerdekaan Indonesia, Bren adalah senapan mesin yang digunakan oleh tentara Inggris yang tergabung dalam AFNEI (Allied Forces Netherlands East Indies). Senapan mesin ini banyak digunakan oleh tentara AFNEI dalam pertempuran-pertempuran dengan pasukan Indonesia, seperti dalam Peristiwa 10 November tahun 1945 di Surabaya.
Setelah Perang Kemerdekaan 1945-1950 TNI menggunakan SMR Bren dalam pasukan senapan mesinnya. Pasukan operasi khusus Brigade Mobil (Brimob) Kepolisian Indonesia juga masih menggunakan SMR Bren.
Pada November 2007, Bren masih diproduksi oleh Ordnance Factories Organisation di India sebagai "Gun, 7.62mm Machine 1B".

Senjata M1 Garand

Palembang, 15 Januari 2017
Repost : http://devilova.xtgem.com/index/__xtblog_entry/9398617-senjata-infanteri-yang-digunakan-pada-perang-dunia-ii



Pada awal perang, hampir setiap prajurit infanteri dari setiap negara dipersenjatai dengan senapan manual. Senjata yang akurat dan dapat diandalkan, tetapi menggunakan senjata ini perlu kesabaran, karena setelah menembak lawan diperlukan untuk mengokang kembali senjata ini. Senjata ini baik digunakan untuk memberikan efek dalam pertempuran jarak jauh, tetapi secara signifikan terbatas tingkatannya, tergantung kepada pengguna. Karena ingin meningkatkan kemampuan tentara mereka untuk menembak musuh mereka sebanyak mungkin, Angkatan Darat AS mempersenjatai mereka dengan M1 Garand. Mudah digunakan, semi-auto, dan memberikan US tingkat kekuatan superioritas tembakan atas setiap kekuatan yang mereka hadapi. M1 Garand menjadi pendukung dari militer AS dan berada dalam jajaran senjata US yang aktif sampai 1963. Bahkan saat ini, beberapa pasukan di seluruh dunia masih menggunakannya sebagai senjata seremonial untuk latihan dan dijadikan buruan untuk dikoleksi di kalangan warga sipil.

Senjata PPSh-41

Palembang, 15 Januari 2017
Repost : http://devilova.xtgem.com/index/__xtblog_entry/9398617-senjata-infanteri-yang-digunakan-pada-perang-dunia-ii



Meskipun luas negara Rusia begitu besar, keterlibatan pasukan Rusia dalam Perang Dunia 2 hanya seperempatnya saja. Dari Perang Musim Dingin dengan Finlandia hingga perang untuk mempertahankan Stalingrad. Dalam perang tersebut pasukan Soviet banyak menggunakan senapan Mosin-Nagant yang dirancang untuk pertempuran jarak jauh. Tapi tentara mengalami masalah dengan senjata tersebut yakni pada tingkat daya tembaknya yang kurang akurat dan senapan yang kurang kuat. Untuk menyiasati hal tersebut pemerintah Rusia merancang sebuah senjata baru, maka sebagai hasilnya masuklah PPSh-41 dalam jajaran militer mereka. Senjata ini sangat ajaib karena mudahnya untuk diproduksi massal pada waktu itu. Perlu dicatat pada waktu itu Russia sangat membutuhkan senjata yang sangat banyak dalam perang mereka, hadirnya PPSh-41 yang dapat diproduksi secara massal (pada puncak perang pabrik- pabrik Rusia mampu memproduksi 3000 buah per hari), dan mudah digunakan. Senjata ini dilengkapi dengan Magazin peluru seperti gendang bulat dengan 71 putaran, dan senjata ini mampu memberikan keunggulan bagi tentara Rusia ketika harus bertempur dalam jarak yang dekat dengan musuh. PPSh 41 sangat efektif digunakan, sehingga seluruh resimen dan divisi tentara Rusia dilengkapi dengan senjata ini, sesuatu yang belum pernah dilakukan sebelumnya. Tapi mungkin indikasi terbaik dari kualitas senjata itu adalah pengakuan pasukan Jerman terhadap senjata ini.

Senjata M1 Carbine

Palembang, 15 Januari 2017
Repost : http://devilova.xtgem.com/index/__xtblog_entry/9398617-senjata-infanteri-yang-digunakan-pada-perang-dunia-ii



Dapat diandalkan dan berguna sebagai pengganti dari M1 Garand dan Thompson Submachine Gun, mereka masing-masing memiliki satu kekurangan serius. Mereka sangat sulit digunakan bagi tentara pendukung. M1 Garand larasnya panjang dan sulit untuk bereaksi secara cepat jika mendapat serangan dadakan. Sedangkan Thompson, walaupun sedikit lebih mudah bereaksi secara cepat jika mendapat serangan dadakan, tetapi masih terlalu berat untuk ukurannya yang ringkas. Untuk pembawa amunisi, tim mortir, awak artileri, dan pasukan garis depan, sangat tidak efektif dalam menjaga mereka tetap aman ketika mereka diserang. Dibutuhkan senjata yang mudah disimpan dan mudah di akses untuk para prajurit, Angkatan Darat AS mengadopsi M1 Carbine untuk dijadikan sebagai senjata prajuritnya. Bukan senjata api yang paling kuat dalam perang, tapi ringan, kecil, akurat, dan jika berada di tangan yang tepat, senjata ini mematikan dan menjadi senjata yang lebih kuat. Para prajurit AS juga menghargai M1 Carbine untuk kemudahan dalam penggunaan, dan sering menggunakannya dalam pertempuran bersenjata dengan versi popor lipat. Pemerintah AS terakhir memproduksi enam juta M1 Carbine pada masa PD 2, melebihi pembuatan senjata api AS lainnya. Variasi dari M1 Carbine masih diproduksi dan digunakan sampai sekarang oleh militer dan warga sipil.

Senjata Submachine Gun Thompson (Tommy Gun)

Palembang, 15 Januari 2017
Repost : http://devilova.xtgem.com/index/__xtblog_entry/9398617-senjata-infanteri-yang-digunakan-pada-perang-dunia-ii


Perang Dunia II adalah konflik besar pertama dimana mesin ringan datang sebagai senjata tempur. Ada beberapa dalam daftar ini, tetapi tidak ada yang lebih terkenal dari senapan mesin ringan Thompson. Setelah mencapai ketenaran pertama dalam Perang Saudara Irlandia dan di tangan para gangster dan penegakan hukum, Thompson diadopsi oleh Angkatan Darat AS sebelum dimulainya perang. Meskipun berat (lebih berat sedikit dari senapan Hefner, senapan mesin yang paling ringan ), itu adalah senjata yang sangat populer untuk pramuka, bintara, komando, dan pasukan payung, yang semuanya bernilai daya tinggi dan kecepatan tembakannya. Penggunaan senjata dihentikan setelah perang, tetapi Thompson terus muncul di seluruh dunia di tangan tentara dan paramiliter. Ia bahkan terlibat aksi dalam Perang Bosnia. Untuk prajurit yang membawanya dalam Perang Dunia 2, itu adalah alat yang sangat berharga untuk membuat mereka tetap hidup saat mereka berjalan, berlari, dan berjuang dengan cara mereka di seluruh eropa dan asia

Pesawat Tempur C-200 Saetta

Palembang, 15 Januari 2017
Repost : http://shevceba.blogspot.co.id/2010/09/pesawat-pesawat-tempur-pada-perang_06.html



Nama : Macchi C.200 Saetta
Tipe : Fighter
Mesin : Piston (1× Fiat A.74 RC38) Radial
Maximum Speed : 504 km/h
Jarak maksimum (Range) : 570 km
Senjata : 2 Senapan mesin, 2 bom

Pesawat Tempur G-50 Freccia

Palembang, 15 Janauri 2017
Repost : http://shevceba.blogspot.co.id/2010/09/pesawat-pesawat-tempur-pada-perang_06.html


Merupakan pesawat tempur Italia yang pernah diturunkan di medan pertempuran Front Afrika Utara dan Front Timur.

Nama : Fiat G-50 Freccia (Arrow)
Tipe : Fighter
Mesin : Piston (1× Fiat A.74 RC38) Radial
Maximum Speed : 484 km/h
Jarak maksimum (Range) : 670 km
Senjata : 2 Senapan mesin